Uji Senyawa Metabolit Sekunder Cascara Kakao (Theobroma cacao L.) Asal Blitar, Jawa Timur Secondary Metabolite Screening of Cocoa Cascara (Theobroma cacao L.) from Blitar, East Java
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber senyawa bioaktif semakin berkembang, salah satunya adalah cascara Kakao yang merupakan kulit biji kakao hasil samping proses pengolahan biji kakao. Cascara Kakao diketahui berpotensi mengandung berbagai metabolit sekunder yang memiliki aktivitas biologis dan berpeluang dikembangkan sebagai bahan baku produk farmasi maupun pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder pada ekstrak etanol 96% cascara Kakao (Theobroma cacao L.) asal Blitar, Jawa Timur. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode ekstraksi maserasi selama tiga kali dua puluh empat jam dengan pelarut etanol 96%, kemudian ekstrak dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan secara kualitatif melalui skrining fitokimia menggunakan pereaksi spesifik terhadap golongan alkaloid, flavonoid, tanin, terpenoid, steroid, dan saponin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak cascara Kakao memberikan reaksi positif terhadap alkaloid, flavonoid, tanin, terpenoid, dan saponin, sedangkan golongan steroid tidak terdeteksi. Keberadaan senyawa-senyawa tersebut mengindikasikan bahwa cascara Kakao memiliki kandungan metabolit sekunder yang berpotensi memberikan aktivitas biologis, seperti antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi sebagaimana telah banyak dilaporkan pada berbagai penelitian sebelumnya. Dengan demikian, limbah cascara Kakao asal Blitar, Jawa Timur, memiliki prospek untuk dimanfaatkan sebagai sumber bahan alam bernilai tambah dalam pengembangan produk kesehatan, farmasi, maupun pangan fungsional. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menentukan kadar masing-masing senyawa serta mengevaluasi aktivitas biologinya secara kuantitatif.
Rincian Artikel
Referensi
Food and Agriculture Organization of the United Nations. FAOSTAT database [Internet]. Rome: FAO; 2023 [cited 2026 Jul 28]. Available from: https://www.fao.org/faostat/en/
Harborne AJ. Phytochemical methods: a guide to modern techniques of plant analysis. 3rd ed. London: Chapman & Hall; 1998.
Arifin B, Ibrahim S. Struktur, bioaktivitas dan aktivitas antioksidan flavonoid. J Zarah. 2018;6(1):21-29.
Vifta RL, Advistasari YD. Skrining fitokimia, karakterisasi, dan penentuan kadar flavonoid total ekstrak dan fraksi buah parijoto (Medinilla speciosa Blume). In: Prosiding Seminar Nasional UNIMUS. Semarang; 2018.
Putra AAB, Bogoriani NW, Diantariani NP, Sumadewi NLU. Ekstraksi zat warna alam dari bonggol tanaman pisang (Musa paradisiaca L.) dengan metode maserasi, refluks, dan sokletasi. J Kim. 2014;8(1):113-119.
Susanty S, Bachmid F. Perbandingan metode ekstraksi maserasi dan refluks terhadap kadar fenolik ekstrak tongkol jagung (Zea mays L.). J Konversi. 2016;5(2):87-93.
Wendersteyt NV, Wewengkang DS, Abdullah SS. Antimicrobial activity of extract and fractions of ascidian Herdmania momus from Bangka Island waters against Staphylococcus aureus, Salmonella typhimurium, and Candida albicans. Pharmacon. 2021;10(1):706-712.
Romadanu R, Hanggita S, Lestari SD. Antioxidant activity of lotus flower (Nelumbo nucifera) extract. Fishtech. 2014;3(1):1-7.
Umarudin, U., Syafitri, M. H., & Aristyawan, A. D. 2024. Senyawa Fitokimia Dan Aktivitas Anti Covid Studi In Silico Ekstrak Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl). Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9(1), 58-67.
Umarudin R, Susanti A, Yuniastuti. Efektivitas ekstrak tanin seledri terhadap profil lipid tikus putih hiperkolesterolemia. Unnes J Life Sci. 2012;1(2):78-85.
Kayaputri IL, Sumanti DM, Djali M, Indiarto R, Dewi DL. Kajian fitokimia ekstrak kulit biji kakao (Theobroma cacao L.). Chimica et Natura Acta. 2014;2(1):[halaman sesuai sumber]. doi:10.24198/cna.v2.n1.9140.
