REVIEW ARTIKEL : TABLET LEPAS LAMBAT BERBASIS MATRIKS UNTUK MELIHAT PROFIL PELEPASAN OBAT
Isi Artikel Utama
Abstrak
Tablet lepas lambat merupakan salah satu bentuk sediaan yang dikembangkan untuk mempertahankan kadar obat dalam rentang terapeutik dalam waktu lebih lama, menurunkan frekuensi pemberian, serta meningkatkan kepatuhan pasien. Berbagai pendekatan formulsi telah digunakan untuk memperoleh profil pelepasan yang terkontrol, terutama melalui sitem matriks hidrofilik, hidrofobik, maupun sistem floating. Artikel ini merupakan riveiw naratif terhadap lima jurnal yang membahas formulasi tablet lepas lambat yang menggunakan bahan aktif sintesis maupun ekstrak herbal, yaitu dipiridamol, metformin HCl, aspirin, ekstrak seledri (Apium graveolus L.), dan ekstrak daun jarak (Jatropha curcas L.). Kelima jurnal ditelaah berdasarkan tujuan penelitian, komposisi formula, jenis polimer atau matriks yang digunakan, metode pembuatan, parameter evaluasi, dan hasil pelepasan obat. Hasil telaah menunjukkan bahwa hidroksipropil metilselulosa (HPMC), xanthan gum, kitosan, dan etil selulosa merupakan polimer yang paling banyak dimanfaatkan untuk memodifikasi pelepasan obat. HPMC dan xanthan gum cenderung memberikan karakter hidrofilik yang mendukung pembentukan gel dan pelepasan obat secara difusi-erpsi, sedangkan etil selulosa berperan sebagai matriks hidrofobik yang memperlambat penetrasi medium disolusi. Pada sistem floating, kombinasi HPMC dengan bahan pembentuk gas atau polimer pendukung dapat memperpanjang waktu tinggal tablet di lambung. Dari lima jurnal yang ditelaah, formula dipiridamol floating dengan HPMC K4M 30% dan Ac-di-sol 20% serta formula ekstrak seledri dengan xanthan gum 52 mg dan magnesium stearat 3 mg menunjukkan hasil yang paling mendekati kriteria tablet lepas lambat yang diharapkan. Secara umum, keberhasilan formulasi tablet lepas lambat snagat dipengaruhi oleh jenis matriks, proporsi polimer, sifat bahan aktif, dan mekanisme pelepasan yang ditargetkan.
Kata Kunci: tablet lepas lambat, matriks, HPMC, xantha gum, floating system.
Rincian Artikel
Referensi
Azizah, N., Noval,& Darsono, P. V. (2023).Optimasi formulasi tablet lepas lambat ekstrak seledri (Apium graveolens L.) menggunakan polimer xanthan gum dan lubrikan magnesium stearat dengan metode simplex lattice design (SLD).jurnal surya medika,9(1), 180-194.
Hati, M. P., Syukri, Y.,& Nugroho,B.H.(2022).Pengaruh kombinasi matriks terhadap karakter tablet metformin HCl lepas lambat sistem floating effervescent. Pharmaceutical journal of indonesia, 7(2), 89-96.
Maghfirah, S.,Puteri, C. I. A,Dalimunthe,G. I., & Lubis, M. S (2025).Formulation and evaluation of sustained-release tablets of jaropha curcas L. Leaf extract using HMPC and xanthan gum matrix for antihypertensive therapy. Indonsian journal of Science and Pharmacy , 3(1), 15-21.
Wibowo, D. A., Siswanto, A.,& Mahardian, A. K. (2011). Formulasi sediaan tablet lepas lambat aspirin dengan etil selulosa Aqualon T10 sebagai matrik. Pharmacy, 8(1),92-101.
Wikarsa, S.,& Valentina, L. M.(2011). Formulasi tablet lepas lambat dipridamol dengan sistem mengapung. Makara kesehatan, 15(1), 15-20.
